Wednesday, April 5, 2017

Bombay kehidupan

Menjelang istirahat, sang pengajar mengajak mahasiswanya untuk melakukan suatu permainan. “Siapakah orang yang paling penting dalam kehidupan kalian ?” Pengajar pun meminta bantuan seorang mahasiswa maju ke depan kelas, dan mulai melakukan permainan itu.
“Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat ini”
Mahasiswa perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih, teman sekampusnya dan lainnya. Kemudian pengajar itu menyilakan memilih, dengan mencoret satu nama yang dianggap tidak penting.
Lalu mahasiswi itu mencoret satu nama, tetangganya.
Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi mahasiswinya mencoret satu nama yang tersisa, dan mahasiswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret nama teman sekampusnya. Begitu seterusnya.
Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang tuanya, nama suami serta nama anaknya.
Di dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi. Semua mahasiswa mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh pengajar itu. Ataukah, selesai sudah tak ada lagi yang harus di pilih.
Namun di keheningan kelas sang pengajar berkata: “Coret satu lagi!”
Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu nama. Nama orang tuanya.
“Silakan coret satu lagi!”
Tampak mahasiswi itu larut dalam permainan ini. Ia gelisah. Ia mengangkat spidolnya tinggi-tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya. Nama anaknya. Seketika itu pun pecah isak tangis di kelas.
Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya,
“Orang terkasih Anda bukan orang tua dan anak Anda? Orang tua yang melahirkan dan membesarkan Anda. Anda yang melahirkan anak. Sedang suami bisa dicari lagi. Mengapa Anda memilih sosok suami sebagai orang yang paling penting dan sulit dipisahkan?”
Semua mata tertuju pada mahasiswi yang masih berada di depan kelas. Menunggu apa yang hendak dikatakannya.
“Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan saya. Anak pun demikian. Jika ia telah dewasa dan menikah, ia akan meninggalkan saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya.”
__________________________________
Kehidupan itu bagaikan bawang bombay. Ketika di kupas selapis demi selapis, akan habis. Dan adakalanya kita dibuat menangis.

Sunday, April 2, 2017

Malaikat kecil

Di suatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik. Seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip di sela-sela kepadatan kendaraan di sebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta.

Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda. Sambil membagikan bungkusan tersebut, ia menyapa akrab setiap orang. Dari tukang koran, penyapu jalan, tuna wisma, sampai pak Polisi.

Pemandangan itu membuatku tertarik. Pikiranku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya. Apakah dia berjualan? Kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??

Untuk membunuh rasa penasaranku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai di seberang jalan, setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang.

“Dek, boleh kakak bertanya?”

“Silahkan Kak”

“Kalau boleh tahu yang barusan adik bagikan ke tukang koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan pak Polisi, itu apa?”

“Oh itu bungkusan nasi dan sedikit lauk Kak. Memang kenapa Kak ?” Dengan sedikit heran, sambil ia balik bertanya.

“Oh…tidak. Kakak cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu. Kelihatan kamu sudah lama kenal dengan mereka?”

Lalu, adik kecil itu mulai bercerita,

“Dulu! Aku dan ibuku sama seperti mereka, hanya seorang tuna wisma. Setiap hari bekerja hanya mengharapkan belas kasihan banyak orang. Dan seperti Kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan. Waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan. Apabila kami mengingat waktu dulu, kami sangat-sangat sedih. Namun setelah ibuku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik.

Maka dari itu, Ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu. Jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup, kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka?

Yang ibuku selalu katakan, hidup harus berarti buat banyak orang. Karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa. Hanya satu yang kita bawa yaitu kasih kepada sesama serta amal dan perbuatan baik kita. Kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang, kenapa kita harus tunda ?

Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat. Hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta terus apa yang kita bawa?”.

Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hati. Saat itu juga aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini. Aku malu dan sangat malu.

Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepadaMu. Hanya kasih yang sempurna serta iman dan pengaharapan kepada-Mulah yang dapat mengiringku masuk ke Surga. Terima kasih adik kecil ! Kamu adalah malaikatku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyakku.

Author: Unknown

______________________________

Selagi masih ada kesempatan buat kita mendemonstrasikan kekuatan kasih Tuhan kepada sesama di sekitar kita, mengapa kita harus menundanya?

Sunday, March 5, 2017

Biskuit siapa ya?

Biskuit siapa ?

Karena datang terlalu pagi, ruang tunggu bandara masih agak sepi. Untuk mengisi waktu Maya mampir ke toko, membeli sebungkus biskuit marie dan sebuah buku. Tak berapa lama setelah duduk membaca, calon penumpang berdatangan masuk.

“Maaf, boleh saya duduk di situ?” Seorang pria ber-T-shirt putih mendekat sambil menunjuk tas Maya yang tergeletak di kursi samping.

“Silakan,” jawab Maya seraya menggeser tas ke tubuhnya.

Begitu duduk, pria itu mengambil sesuatu di sela kursi mereka,

“Apakah ini milik Anda?” Ia memberikan sisir warna merah kepada Maya. “Terima kasih, mungkin jatuh dari tas saya.”

Beberapa saat kemudian si pria mengambil sebuah biskuit dari tas. Maya sedikit terkejut. Pria itu tersenyum padanya. Maya menatap mata si pria, seakan bertanya berani benar kau. Maya kemudian merogoh tas dan mengambil biskuit juga, lantas kembali membaca bukunya. Mudah-mudahan ini akan mengakhiri “pencurian” biskuit yang dilakukan orang ini, pikir Maya.

Begitu biskuit di tangan habis, pria tersebut mengambil lagi. Maya mulai jengah melihat semua ini. Memang perkara sepele. Cuma biskuit yang nilainya tak seberapa. Namun itu amat menjengkelkan. Cewek ini nyaris tak tahan untuk memaki atau setidaknya menegur pria tersebut. Kemudian pria tersebut kembali merogoh tas, mengeluarkan sebungkus roti lalu menyerahkan kepada Maya, “Silakan lo, masih sisa satu.”

Perbincangan mereka terhenti oleh suara loudspeaker ruang tunggu yang meminta para penumpang masuk pesawat. Maya segera membereskan bawaannya, mengambil tas lalu berjalan menuju boarding gate.

Betapa terkejutnya ketika memasukkan buku ke dalam tas, ia melihat bungkusan biskuit marienya masih utuh belum dibuka sama sekali. Nah lo. Jadi biskuit yang ia makan tadi milik siapa? Raut muka cewek cantik ini memerah. Ia teringat niatnya untuk memaki-maki, sekaligus menyadari betapa baiknya orang itu.

____________________________________

Hahaha, jadi malu kan kalau kita selalu berprasangka buruk ?

Letakkan dulu semua emosi negatif kita sebelum mengambil sebuah keputusan dan tindakan. Jangan sampai sumbu kemarahan kita terlalu pendek sampai meledak ke orang lain, padahal itu adalah kesalahan kita sendiri..

Sunday, February 26, 2017

Hidup yg berarti

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mempunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang aborsi, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman dan sahabat, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut berbahagia dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki-laki dan perempuan. Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki-laki. Dokter menyarankan untuk aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki-lakinya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya, tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki-lakinya. ‘Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak’, kata sang ibu di sela tangisannya.

Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan. Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencana-Nya di balik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah. Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka.

Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, di mana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencana-Nya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, di mana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yang akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata-kata di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat yaitu dengan tidak mengaborsi Anne. Mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.

Sungguh tidak ada kata-kata yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka.

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tersebut bahwa donor tersebut berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya.

Sumber : ‘Gifts From The Heart for Women’ oleh: Karen Kingsbury.

___________________________________________

Ada 3 hal penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

1. Sesungguhnya tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar-benar penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.

2. Sesungguhnya tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar-benar penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain.

3. Ibu Anne mengatakan ‘Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, di mana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak-anak kita melakukan hal-hal terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga’.

Jadikan ‘Hidup’ menjadi ‘Hidup Yang Lebih Bermakna’.

Berhentilah untuk selalu memikirkan kepentingan diri sendiri, jadikanlah kehadiran Anda di dunia ini sebagai berkat bagi orang banyak dan bagi orang-orang yang anda cintai.

Sunday, February 12, 2017

Supir taxi

Bagus banget ceritanya...

Suatu hari saya menumpang taxi konvensional menuju ke rumah. Kebetulan jalanan sedang macet. Semua mobil berlomba-lomba saling mendahului secara tidak beraturan

Tiba-tiba sebuah mobil sport bernomor polisi cantik, menikung dan mengambil jalur yang kami lalui. Bagian depan mobil sport tersebut menyerempet bumper taxi

Supir mobil sport turun dan mulai mendatangi supir taxi. Dengan wajah angkuh, seorang pemuda berpakaian rapi mendatangi supir taxi, lalu berkata : "Dimana mata kamu ???* *Mengapa kamu menyerempet mobilku ??? Ini mahal, tau...???"

Supir taxi keluar dari mobil dan berkata : "Maafkan saya jika sampai mobil mahal milik bapak menjadi lecet. Saya tidak menyerempet, bapak yang memotong lajur jalan mobil yang saya kemudikan..."

Pemuda : "Mengapa kamu tidak menginjak rem ???"

Supir taxi : "Saya sudah berusaha menginjak pedal rem sehingga menimbulkan suara gesekan kuat dengan aspal, namun bapak terlalu condong memotong jalan saya..."

Pemuda : "Itukan cuma alasan kamu saja. Sekarang saya mau bertanya apakah masalah ini kita selesaikan di kantor polisi atau berdamai hingga di sini saja...???"

Supir taxi : "Kalau bisa damai, mengapa harus memperpanjang kasus yang sepele ini...???"

Pemuda : "Oke, baiklah kalau begitu... Saya pergi dulu..."

Supir taxi menganggukkan kepala, melambaikan tangannya sambil berteriak : "Hati-hati di jalan Pak... Semoga Tuhan memberkati dirimu..."

Sedari awal saya terus mengamati peristiwa ini. Saya cukup tertegun sekaligus takjub dengan perilaku supir taxi yang luar biasa SABAR ditengah hujatan fitnah dari pengemudi mobil sport. Belum lagi ditambah dengan himpitan setoran harian yang semakin sulit untuk dicapai

Saya bertanya : "Mengapa Bapak tidak marah dan malah mendoakan keselamatan si pemuda sombong tadi. Bapak tidak salah, yang salah tuh pemuda yang membawa mobil mewahnya secara ugal-ugalan."

Supir taxi : "Gak papa... Jangan membesarkan masalah yang sepele. Jangan pikir saya takut kepadanya. Saya tahu dia hanya menggertak dan ketakutan jika saya menuntutnya untuk mengganti rugi kerusakan taxi ini. Saya tidak mau kehabisan waktu sia-sia untuk mencari nafkah gara-gara meladeni pemuda tadi."

Saya tercekat mendengar penuturan supir taxi, pria berumur paruh baya, yang terdengar begitu bijaksana dan penuh kearifan.

Supir taxi melanjutkan : "Dalam kehidupan ini, banyak sekali orang berjalan menenteng tas sampah, melangkah dengan mendorong gerobak sampah dan yang paling banyak berperan layaknya truk sampah. Mereka berjalan kemana saja dengan membawa setumpuk sampah kehidupan..."

Saya : "Sampah kehidupan ??? Mengapa tidak membuangnya ke tempat sampah ???"

Supir taxi : "Sampah kehidupan itu berupa kegelisahan, amarah, kekecewaan, frustasi, dendam, permusuhan dan sebagainya. Semakin lama sampah itu semakin menumpuk dan mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya. Kitalah yang sering menjadi sasaran pembuangan sampah mereka..."

Saya : "Apakah cuma kita satu-satunya tempat pembuangan sampah mereka ... Apakah tidak ada tempat yang lain ???"

Supir taxi : "Tentu saja ada... Mereka cuma malas membuangnya ke tempat yang benar. Dengan mendekatkan diri kepada TUHAN, sebenarnya sampah itu sebagian sudah akan terbuang. Kalau lebih khusyuk lagi berdoa, maka seluruh sampah kehidupan akan terbuang...???"

Saya : "Sesederhana itu saja ???"

Supir taxi : "TUHAN itu maha bijaksana dan bersedia menerima semua keluh kesah kita dan menampung semua sampah kehidupan yang kita kumpulkan. Dia akan memberikan petunjuk yang benar kepada mereka yang memohon dengan tulus...."

Saya terdiam sejenak, berusaha untuk memahami ucapan dan pemikiran bapak yang rambutnya sudah sedikit beruban tersebut.

Supir taxi melanjutkan : "Jika ada seseorang yang hendak membuang sampahnya kepada kita, berupa amarah atau perlakuan buruk, jangan terima apalagi sampai disimpan di dalam hati. Berikan senyum dan lambaikan tangan seraya mendoakan keselamatan mereka. Lanjutkan kehidupan kita. Jangan ambil sampah mereka dan membuangnya kembali kepada orang lain yang kita temui, baik di tempat kerja, di rumah, di dalam perjalanan atau di mana saja..."

Saya merasa bersyukur dapat bertemu dengan supir taxi, yang telah memberikan pelajaran kehidupan yang amat bermanfaat ini

Sobatku yang budiman...

Setiap hari kita disesaki oleh sampah kehidupan yang berasal dari diri sendiri maupun dari orang lain. Jika ingin menjalani hidup yang bahagia, jangan biarkan sampah kehidupan menumpuk dalam batin kita. Selain menimbulkan bau yang tidak sedap, bobot sampah ini akan membuat langkah kita menjadi semakin berat.

Jangan isi hidup ini dengan hal-hal yang tidak berguna. Cintailah orang yang telah memperlakukan kita dengan baik dan doakanlah orang yang telah memperlakukan kita dengan buruk.

Jangan pernah menghakimi orang lain dan menghina kekurangan mereka. Berusahalah menjadi pribadi bijak dan mencoba belajar mengerti orang lain.

Jangan Lupa Bahagia...                            

Sunday, January 22, 2017

Kecurigaan seorang istri

Kecurigaan seorang istri

Seorang istri belum lama ini mencurigai suaminya. Ia merasa, suaminya telah jatuh cinta para perempuan lain dan berselingkuh.

Untuk membuktikan kecurigaannya, sang istri kemudian mengambil secarik kertas dan pulpen. Saat suaminya sedang mandi, ia menuliskan surat.

Surat itu berkata,

“Aku merasa sudah selesai. Aku sudah tak betah dengan hubungan kita dan aku tidak bisa menahan lebih lama lagi. Aku mungkin sudah menyusahkanmu. Sekarang aku ingin kamu bahagia. Aku akan pergi selamanya. Jangan cari aku. Aku akan pergi ke tempat yang jauh.”

Setelah menulis surat itu, sang istri bersembunyi di bawah ranjang. Ia ingin tahu bagaimana reaksi suaminya setelah membaca surat tersebut. Sehabis mandi, sang suami pun keluar dari kamar dan menemukan surat itu. Ia pun membaca surat tersebut.

Sang suami langsung berteriak dan melompat kegirangan. Ia kemudian langsung mengambil ponselnya dan menelepon seseorang. Sang istri kemudian mendengar suaminya berkata,

“Halo sayang, aku punya kabar baik untukmu! Kita harus merayakannya! Tidak, aku tidak akan bilang sekarang. Kita akan makan siang bersama sebentar lagi. Bersiaplah dan aku akan menjemputmu! Kamu di hotel? Oh, oke, aku akan segera ke sana. Aku rindu kamu, tunggu aku segera ke sana!”

Masih sambil menelepon, sang suami kemudian mencatat alamat di kertas surat yang sama.

Telepon pun ditutup dan sang suami mulai bersiap-siap. Sambil bernyanyi kecil, ia memakai kemeja kesukaan istrinya dan menyemprotkan minyak wangi kesukaan istrinya juga. Sang istri yang mengintip dari balik tempat tidur hanya bisa menahan isak karena sedih, kecewa, dan geram.

Ketika akhirnya sang suami keluar dari kamar dan suara mobil sudah terdengar, sang istri pun keluar dari persembunyiannya. Kali ini, tangisnya sudah tak terbendung lagi. Ia begitu sedih karena ternyata semua kecurigaannya terbukti benar.

Walau merasa marah dan cemburu, sang istri juga ingin tahu siapa sebenarnya perempuan lain itu. Apakah ia mengenalnya? Apakah perempuan itu teman kerja suaminya? Untuk mencari tahu, perempuan ini pun mengambil alamat hotel tempat mereka akan bertemu.

Saat mengambil surat yang juga berisi alamat hotel itu, sang istri sangat kaget. Alih-alih alamat, di bahwa surat sang istri justru ada sebaris tulisan dari suaminya yang berbunyi,

“Kena kau! Aku akan membeli bunga dan dalam 15 menit akan kembali. Nanti kita akan makan siang di tempat yang romantis! Bersiaplah segera!

N.B. Aku melihat kakimu ketika keluar dari kamar mandi. I love you!”

Membaca surat itu, makin menangislah sang istri ini. Ia merasa menyesal sekali telah curiga pada suaminya. Sejak saat itu ia berjanji tak akan pernah meragukan suaminya lagi.

______________________________________

Hahaha…kena deh ! Makanya jangan curiga melulu deh sama orang.

Mungkin anda berkata “Lha, bukannya curiga itu manusiawi? Kayak bapak tidak pernah curiga saja !?”

Jawaban saya, iya perasaan curiga itu bisa terjadi atas semua orang. Tapi saya mau katakan, orang yang terus menerus hidup dalam kecurigaan alias tidak mengendalikan perasaan curiganya, mana bisa ia hidup dengan perasaan damai di hatinya?  Tiap saat was-was, kuatir apa yang ia curigai bakal terjadi.

Cari akar masalahnya mengapa anda bawaannya curiga melulu. Kemudian hiduplah dengan memusatkan pikiran kita pada hal-hak yang positif. Ingat, belajar dari kisah sederhana di atas. Perasaan curiga akan menghancurkan keluarga dan masa depan anda.

Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Thursday, January 19, 2017

Tom smith

Tom smith...

Pada detik-detik kematiannya, seorang pria, Tom Smith, memanggil anak-anaknya dan ia menasehati mereka untuk mengikuti jejak hidupnya sehingga mereka dapat memiliki ketenangan jiwa dalam semua hal yang mereka lakukan.

Putrinya, Sara, mengatakan, “Ayah, saya kecewa Anda meninggalkan kami tanpa uang sepeser pun di bank. Para ayah lain, yang Ayah katakan sebagai koruptor dan pencuri dana publik, bisa mewariskan rumah dan properti untuk anak-anak mereka; kita bahkan tinggal dalam apartemen sewaan.

Maaf, saya tidak bisa mengikuti jejak hidup Anda. Pergilah Ayah, biarkan kami mencari jalan hidup sendiri.”

Beberapa saat kemudian, ayah mereka menutup mata untuk selama-lamanya.

Tiga tahun kemudian, Sara pergi untuk wawancara pekerjaan di sebuah perusahaan multinasional.
Saat wawancara Ketua panitia bertanya, “Saudara ini punya nama Smith yang mana?”

Sara menjawab, “Saya Sara Smith. Ayah saya adalah Tom Smith yang sudah meninggal.”

Ketua Panitia memotong, “Ya Tuhan, Anda ini putrinya Tom Smith?”

Dia berbalik bicara kepada anggota-anggota lain dan berkata, “Pak Smith ini adalah salah satu yang menandatangani formulir keanggotaan saya di Institut Administrator dan rekomendasinya tersebut membuat saya diterima bekerja di posisi saya sekarang ini. Dia melakukan semua ini dengan cuma-cuma. Saya bahkan tidak tahu alamatnya, dan dia tidak pernah tahu saya. Dia hanya melakukannya untuk keprofesionalan saya.”

Dia lalu berbalik ke Sara, “Saya tidak punya pertanyaan untuk Anda lagi. Anda sudah mendapat pekerjaan ini. Silahkan datang besok, semua surat penugasan Anda akan saya siapkan untuk Anda.”

Setelah bertahun-tahun bekerja, Sara Smith menjadi Corporate Affairs Manager perusahaan dengan dua mobil dan supirnya. Apartmen dua lantai disediakan sebagai kantornya, dan gaji besar di luar tunjangan dan biaya-biaya lainnya.

Setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan, Pimpinan perusahaan datang dari Amerika mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri dan mencari penggantinya. Orang dengan kepribadian dan integritas yang tinggi adalah yang dicari. Lagi-lagi para konsultan perusahaan menominasikan Sara Smith.

Dalam sebuah wawancara, Sara Smith ditanya rahasia kesuksesannya.

Dengan air mata berlinang, dia menjawab, “Ayah telah membuka jalan bagiku. Hanya setelah ia meninggal, aku baru sadar bahwa dia secara finansial miskin tapi ia luar biasa kaya akan integritas, disiplin dan kejujuran.”

Dia ditanya lagi, “Mengapa Anda menangis? Bukankah Anda sekarang bukan lagi sebagai seorang anak yang merindukan ayahnya yang sudah pergi dalam waktu yang lama?”

Sara menjawab, “Pada saat kematiannya, aku menghina ayah karena menjadi orang yang jujur dan berintegritas tinggi. Aku berharap dia akan memaafkanku dalam kuburnya sekarang. Aku sebenarnya tidak akan bisa sesukses ini. Ayah yang telah melakukannya untukku. Dan aku tinggal berjalan meraih suksesku.”

Akhirnya Sara ditanya lagi, “Apakah Anda akan mengikuti jejak kaki ayahmu seperti yang ia dahulu minta?”

Dan Sara menjawab dengan sederhana, “Aku sekarang mengagumi Ayah. Aku memiliki foto besar yang tergantung di ruang tamu dan di pintu masuk rumahku. Dia layak memperoleh apa pun yang saya miliki … setelah Tuhan.”

Apakah kita bisa seperti Tom Smith?

Ia membayar mahal untuk membangun sebuah nama baik, buahnya tidak datang dengan cepat tetapi akan datang walaupun mungkin diperlukan waktu yang lama. Tapi buah itu akan berlangsung lebih lama lagi.

Integritas, disiplin, kontrol diri, malu untuk berbuat jahat, dan takut akan akibatnya, membuat manusia jadi kaya, bukan rekening bank yang gemuk. Mari, kita tinggalkan warisan yang baik untuk anak-anak.

_____________________________________

Saya terharu sampai terasa air mata menggenang di bola mata ketika membaca kisah ini.

Hal inilah yang selalu dan selalu saya jalani dalam kehidupan, karena saya sadar bahwa saya bukan orang kaya raya secara materi saat ini. Sadar sesadar-sadarnya bahwa saya bukan orang berpangkat tinggi secara duniawi saat ini. Dan dengan sebuah signal peringatan terus menerus dalam hati saya, kalau toh saya memiliki keduanya, yaitu kekayaan dan jabatan kehormatan, suatu hari nanti itu akan berlalu.

Karena itu, harta kekayaan dan pangkat tertinggi saya adalah sebuah integritas dan karakter baik. Ini yang bisa tetap hidup, bahkan ketika saya sudah mati sekalipun. Ini yang bisa kelak dinikmati oleh generasi-generasi di bawah saya. Orang akan menghormati kita untuk kedua hal tersebut.

Jangankan manusia yang menghormati kita, saya pikir Tuhan juga akan sangat menghargai nama baik kita !