Sunday, January 22, 2017

Kecurigaan seorang istri

Kecurigaan seorang istri

Seorang istri belum lama ini mencurigai suaminya. Ia merasa, suaminya telah jatuh cinta para perempuan lain dan berselingkuh.

Untuk membuktikan kecurigaannya, sang istri kemudian mengambil secarik kertas dan pulpen. Saat suaminya sedang mandi, ia menuliskan surat.

Surat itu berkata,

“Aku merasa sudah selesai. Aku sudah tak betah dengan hubungan kita dan aku tidak bisa menahan lebih lama lagi. Aku mungkin sudah menyusahkanmu. Sekarang aku ingin kamu bahagia. Aku akan pergi selamanya. Jangan cari aku. Aku akan pergi ke tempat yang jauh.”

Setelah menulis surat itu, sang istri bersembunyi di bawah ranjang. Ia ingin tahu bagaimana reaksi suaminya setelah membaca surat tersebut. Sehabis mandi, sang suami pun keluar dari kamar dan menemukan surat itu. Ia pun membaca surat tersebut.

Sang suami langsung berteriak dan melompat kegirangan. Ia kemudian langsung mengambil ponselnya dan menelepon seseorang. Sang istri kemudian mendengar suaminya berkata,

“Halo sayang, aku punya kabar baik untukmu! Kita harus merayakannya! Tidak, aku tidak akan bilang sekarang. Kita akan makan siang bersama sebentar lagi. Bersiaplah dan aku akan menjemputmu! Kamu di hotel? Oh, oke, aku akan segera ke sana. Aku rindu kamu, tunggu aku segera ke sana!”

Masih sambil menelepon, sang suami kemudian mencatat alamat di kertas surat yang sama.

Telepon pun ditutup dan sang suami mulai bersiap-siap. Sambil bernyanyi kecil, ia memakai kemeja kesukaan istrinya dan menyemprotkan minyak wangi kesukaan istrinya juga. Sang istri yang mengintip dari balik tempat tidur hanya bisa menahan isak karena sedih, kecewa, dan geram.

Ketika akhirnya sang suami keluar dari kamar dan suara mobil sudah terdengar, sang istri pun keluar dari persembunyiannya. Kali ini, tangisnya sudah tak terbendung lagi. Ia begitu sedih karena ternyata semua kecurigaannya terbukti benar.

Walau merasa marah dan cemburu, sang istri juga ingin tahu siapa sebenarnya perempuan lain itu. Apakah ia mengenalnya? Apakah perempuan itu teman kerja suaminya? Untuk mencari tahu, perempuan ini pun mengambil alamat hotel tempat mereka akan bertemu.

Saat mengambil surat yang juga berisi alamat hotel itu, sang istri sangat kaget. Alih-alih alamat, di bahwa surat sang istri justru ada sebaris tulisan dari suaminya yang berbunyi,

“Kena kau! Aku akan membeli bunga dan dalam 15 menit akan kembali. Nanti kita akan makan siang di tempat yang romantis! Bersiaplah segera!

N.B. Aku melihat kakimu ketika keluar dari kamar mandi. I love you!”

Membaca surat itu, makin menangislah sang istri ini. Ia merasa menyesal sekali telah curiga pada suaminya. Sejak saat itu ia berjanji tak akan pernah meragukan suaminya lagi.

______________________________________

Hahaha…kena deh ! Makanya jangan curiga melulu deh sama orang.

Mungkin anda berkata “Lha, bukannya curiga itu manusiawi? Kayak bapak tidak pernah curiga saja !?”

Jawaban saya, iya perasaan curiga itu bisa terjadi atas semua orang. Tapi saya mau katakan, orang yang terus menerus hidup dalam kecurigaan alias tidak mengendalikan perasaan curiganya, mana bisa ia hidup dengan perasaan damai di hatinya?  Tiap saat was-was, kuatir apa yang ia curigai bakal terjadi.

Cari akar masalahnya mengapa anda bawaannya curiga melulu. Kemudian hiduplah dengan memusatkan pikiran kita pada hal-hak yang positif. Ingat, belajar dari kisah sederhana di atas. Perasaan curiga akan menghancurkan keluarga dan masa depan anda.

Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Thursday, January 19, 2017

Tom smith

Tom smith...

Pada detik-detik kematiannya, seorang pria, Tom Smith, memanggil anak-anaknya dan ia menasehati mereka untuk mengikuti jejak hidupnya sehingga mereka dapat memiliki ketenangan jiwa dalam semua hal yang mereka lakukan.

Putrinya, Sara, mengatakan, “Ayah, saya kecewa Anda meninggalkan kami tanpa uang sepeser pun di bank. Para ayah lain, yang Ayah katakan sebagai koruptor dan pencuri dana publik, bisa mewariskan rumah dan properti untuk anak-anak mereka; kita bahkan tinggal dalam apartemen sewaan.

Maaf, saya tidak bisa mengikuti jejak hidup Anda. Pergilah Ayah, biarkan kami mencari jalan hidup sendiri.”

Beberapa saat kemudian, ayah mereka menutup mata untuk selama-lamanya.

Tiga tahun kemudian, Sara pergi untuk wawancara pekerjaan di sebuah perusahaan multinasional.
Saat wawancara Ketua panitia bertanya, “Saudara ini punya nama Smith yang mana?”

Sara menjawab, “Saya Sara Smith. Ayah saya adalah Tom Smith yang sudah meninggal.”

Ketua Panitia memotong, “Ya Tuhan, Anda ini putrinya Tom Smith?”

Dia berbalik bicara kepada anggota-anggota lain dan berkata, “Pak Smith ini adalah salah satu yang menandatangani formulir keanggotaan saya di Institut Administrator dan rekomendasinya tersebut membuat saya diterima bekerja di posisi saya sekarang ini. Dia melakukan semua ini dengan cuma-cuma. Saya bahkan tidak tahu alamatnya, dan dia tidak pernah tahu saya. Dia hanya melakukannya untuk keprofesionalan saya.”

Dia lalu berbalik ke Sara, “Saya tidak punya pertanyaan untuk Anda lagi. Anda sudah mendapat pekerjaan ini. Silahkan datang besok, semua surat penugasan Anda akan saya siapkan untuk Anda.”

Setelah bertahun-tahun bekerja, Sara Smith menjadi Corporate Affairs Manager perusahaan dengan dua mobil dan supirnya. Apartmen dua lantai disediakan sebagai kantornya, dan gaji besar di luar tunjangan dan biaya-biaya lainnya.

Setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan, Pimpinan perusahaan datang dari Amerika mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri dan mencari penggantinya. Orang dengan kepribadian dan integritas yang tinggi adalah yang dicari. Lagi-lagi para konsultan perusahaan menominasikan Sara Smith.

Dalam sebuah wawancara, Sara Smith ditanya rahasia kesuksesannya.

Dengan air mata berlinang, dia menjawab, “Ayah telah membuka jalan bagiku. Hanya setelah ia meninggal, aku baru sadar bahwa dia secara finansial miskin tapi ia luar biasa kaya akan integritas, disiplin dan kejujuran.”

Dia ditanya lagi, “Mengapa Anda menangis? Bukankah Anda sekarang bukan lagi sebagai seorang anak yang merindukan ayahnya yang sudah pergi dalam waktu yang lama?”

Sara menjawab, “Pada saat kematiannya, aku menghina ayah karena menjadi orang yang jujur dan berintegritas tinggi. Aku berharap dia akan memaafkanku dalam kuburnya sekarang. Aku sebenarnya tidak akan bisa sesukses ini. Ayah yang telah melakukannya untukku. Dan aku tinggal berjalan meraih suksesku.”

Akhirnya Sara ditanya lagi, “Apakah Anda akan mengikuti jejak kaki ayahmu seperti yang ia dahulu minta?”

Dan Sara menjawab dengan sederhana, “Aku sekarang mengagumi Ayah. Aku memiliki foto besar yang tergantung di ruang tamu dan di pintu masuk rumahku. Dia layak memperoleh apa pun yang saya miliki … setelah Tuhan.”

Apakah kita bisa seperti Tom Smith?

Ia membayar mahal untuk membangun sebuah nama baik, buahnya tidak datang dengan cepat tetapi akan datang walaupun mungkin diperlukan waktu yang lama. Tapi buah itu akan berlangsung lebih lama lagi.

Integritas, disiplin, kontrol diri, malu untuk berbuat jahat, dan takut akan akibatnya, membuat manusia jadi kaya, bukan rekening bank yang gemuk. Mari, kita tinggalkan warisan yang baik untuk anak-anak.

_____________________________________

Saya terharu sampai terasa air mata menggenang di bola mata ketika membaca kisah ini.

Hal inilah yang selalu dan selalu saya jalani dalam kehidupan, karena saya sadar bahwa saya bukan orang kaya raya secara materi saat ini. Sadar sesadar-sadarnya bahwa saya bukan orang berpangkat tinggi secara duniawi saat ini. Dan dengan sebuah signal peringatan terus menerus dalam hati saya, kalau toh saya memiliki keduanya, yaitu kekayaan dan jabatan kehormatan, suatu hari nanti itu akan berlalu.

Karena itu, harta kekayaan dan pangkat tertinggi saya adalah sebuah integritas dan karakter baik. Ini yang bisa tetap hidup, bahkan ketika saya sudah mati sekalipun. Ini yang bisa kelak dinikmati oleh generasi-generasi di bawah saya. Orang akan menghormati kita untuk kedua hal tersebut.

Jangankan manusia yang menghormati kita, saya pikir Tuhan juga akan sangat menghargai nama baik kita !

Saturday, December 17, 2016

Bapak Tua

Di satu siang yang panas, seorang direktur perusahaan besar mengendarai mobilnya untuk kembali ke kantor. Ia baru saja makan siang dengan orang-orang penting dan sekarang ia berkendara sambil berpikir tentang rencana kerjasama dengan orang-orang penting yang ditemuinya tadi.

Ketika berhenti di satu lampu merah, tanpa sengaja ia menoleh ke kiri jalan. Di sana ia melihat seorang bapak tua yang cacat. Ia sepertinya tak bisa berjalan dan pakaiannya pun lusuh. Namun, yang menarik perhatiannya adalah wajah bapak tersebut. Wajah bapak itu begitu damai dan bahagia. Ia tersenyum sambil melihat-lihat keadaan sekelilingnya.

Tiba-tiba saja direktur ini menjadi tidak fokus lagi berpikir tentang pekerjaan. Sepanjang perjalanan pulang ke kantor ia bertanya-tanya dalam hati, “Apa yang dipikirkan pria tua tadi? Mengapa ia begitu bahagia?”

Beberapa hari berlalu dan direktur ini sudah lupa akan bapak tua tadi. Namun suatu hari, ia lewat di perempatan yang sama dan melihat lagi bapak itu. Bajunya masih tetap lusuh. Dan raut wajahnya juga masih tetap bersinar. Direktur ini makin penasaran, “Mengapa ia bisa begitu bahagia?”

Hal ini mengganggu pikiran sang direktur selama berhari-hari. Akhirnya, ia memutuskan untuk bertemu langsung dengan pria tua itu. Ia harus tahu alasan mengapa ia bisa begitu bahagia padahal keadaannya seperti itu.

Direktur ini akhirnya memilih satu hari dan pergi ke perempatan itu. Ia turun dari mobilnya dan menyapa bapak tua tersebut. Bapak tua itu membalas sapaannya sambil tersenyum. Direktur tersebut lalu bertanya, “Bapak, saya sering melihat bapak ketika lewat di perempatan ini. Saya melihat bapak selalu tersenyum. Apa yang membuat bapak begitu bahagia?”

Bapak tua ini menjawab, “Tentu saja, tuan. Saya selalu bahagia setiap hari.” Direktur ini melanjutkan, “Apa yang membuat bapak begitu bahagia? Apa bapak punya uang yang banyak?” Bapak tua menyahut, “Wah, tentu tidak. Saya hanya punya uang sedikit. Terkadang saya makan dari pemberian orang.”

“Lalu apa yang membuat bapak bahagia? Bapak punya keluarga yang saling menyayangi?” lanjut sang direktur. “Tidak, saya tak punya keluarga. Dulu saya punya, namun mereka meninggalkan saya setelah kaki saya cacat seperti ini,” jawab sang pria tua.

Direktur ini kemudian terdiam sejenak. Ia melanjutkan lagi dengan penasaran, “Saya lihat, ada begitu banyak kemalangan dalam hidup bapak. Namun bapak justru bahagia setiap hari. Mengapa?” Direktur ini sangat penasaran dengan jawaban sang bapak tua ini. Sebenarnya, ia sendiri merasa sudah memiliki segalanya namun tak bahagia. Karena itulah ia ingin tahu bagaimana rahasianya bapak tua ini bisa selalu bahagia meski kekurangan.

Sambil tersenyum lebar, sang bapak tua berkata, “Tuan, jika tuan beragama, tentu tuan yakin bahwa Tuhan tidak pernah memberikan ujian yang lebih berat dari yang bisa kita tanggung. Saya selalu yakin bahwa beban hidup dan kesulitan yang ada saat ini adalah ujian yang diberikan untuk mengubah saja menjadi lebih baik. Jadi, mengapa harus bersedih? Semua ini adalah anugerah Tuhan juga!”

Direktur ini sangat kaget. Ia kemudian berkata, “Bagaimana bapak bisa berpikir seperti itu? Bagaimana jika ini semua adalah ujian? Bagaimana jika ini bukan dari Tuhan?” Bapak tua ini berkata lagi, “Tentu Tuhan sendiri yang mengizinkan ini semua terjadi pada saya. Segala hal yang terjadi pada saya saat ini tentu merupakan yang terbaik bagi saya. Saya yakin, Tuhan punya rencana terbaik untuk saya. Jadi, saya menjalani rencana Tuhan ini dengan hati gembira.”

“Bagaimana bisa bapak menjalani hari-hari yang berat dengan pikiran positif seperti ini?” tanya direktur itu dengan tak percaya. Bapak ini pun menjawab lagi, “Ketika saya merasa sedih, saya akan mencoba memahami apa yang ingin dikatakan Tuhan. Saya berusaha melihat sisi positif dari sebuah kejadian. Dari situ, saya selalu bisa menemukan hikmahnya. Segala hal yang terjadi di dunia ternyata memang baik adanya untuk perkembangan kita semua.”

Setelah mendengar itu semua, direktur ini pun merasa tersadarkan. Ia pun kemudian berpamitan dan berterima kasih pada bapak tua itu. Sekarang, ia pulang dengan wajah berhias senyum.

______________________________________

Bukan memperoleh segala hal yang ada di dunia ini baru kita bisa berbahagia dan bersyukur.

Tapi senantiasa bersyukur dalam segala keadaan itulah yang akan membuat hidup kita bahagia dan tentu saja kita akan mendapatkan apa yang di-ingin-kan oleh hati kita.

Tidak perlu menunggu masalah membaik baru kita bisa bersyukur, karena justru dengan banyak bersyukur itulah yang akan membuat masalah anda membaik.

Di balik mendung yang paling pekat, di sana telah tersedia tetesan air hujan yang paling bening, yang siap jatuh membasahi permukaan bumi.

Saturday, October 8, 2016

Kisah yg luar biasa..

Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan dia dengan seorang wanita. Setelah menikah, dia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, belum satu minggu dia pun dikeluarkan.

Saat pulang ke rumah, sang istri mengusap air matanya, menghiburnya dengan kata-kata manis: “Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok sedang menantimu.”

Setelah semangatnya bangkit lagi. Dia memutuskan untuk bekerja lagi. Namun sayang dia kembali dipecat setelah beberapa minggu saja bekerja karena gerakannya yang lambat. Saat itu sang istri berkata padanya, “Kegesitan tangan dan kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?”

Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain. Namun tidak ada satu pun yang dia dapat. Semuanya gagal. Namun, setiap kali dia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya. Tak sekalipun dia mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, dia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara. Kemudian, dia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya dia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Setelah beberapa waktu lamanya, sang pria sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.

Suatu hari, dia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri. Mengapa sang istri masih tetap percaya kepadanya ketika hidupnya terasa suram? Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana. Sang istri menjawab: “Sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. Karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen darinya”.

Mendengar penjelasan sang istri, dia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul.

Semua prestasi yang dia dapatkan bagaikan adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh, sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan. Di dunia ini tidak ada seorang pun yang terlahir sebagai sampah. Kita hanya kadang tidak ditempatkan di tempat yang tepat.

(Inspirasi Pengharapan)

Tuesday, August 2, 2016

Istriku .. malaikat atau nenek sihir

Seorang teman merasa istrinya semakin lama semakin egois dan kasar. Karena itu, mereka bertengkar setiap hari. Saking seringnya bertengkar, lelaki ini memiliki selingkuhan. Akhirnya, mereka bercerai dan sang suami menikah lagi dengan selingkuhannya. Sang mantan istri pun tak lama kemudian menikah lagi. Mereka masih belum dikaruniai anak.

Pernikahan baru keduanya masing masing berjalan dengan sangat lancar. Tetapi setelah menikah, istri baru dari lelaki ini semakin lama pun kelembutannya semakin pudar. Rumah tangga mereka berakhir sama seperti yang dulu, sedikit-sedikit bertengkar. Istri barunya bahkan tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah, sehingga teman saya terpaksa membersihkan rumah sendiri.

Teman saya merasa nasib dia tidak baik, mengapa ia selalu memilih istri yang kurang baik. Setiap hari ia mengeluh. Sampai suatu hari, di suatu acara makan malam ia secara kebetulan bertemu dengan suami baru mantan istrinya.

Pada awalnya kedua lelaki ini tidak berbicara apa-apa, tetapi setelah saling menyapa mereka pun minum bersama. Akhirnya teman saya tak bisa menahan diri lagi dan bertanya bagaimana keadaan rumah tangga mereka. Suami baru mantan istrinya ini tidak tampan, tetapi sangat teliti dalam berbicara.

Ia berkata, “Istri saya adalah wanita yg sangat hebat, sangat perhatian dan lembut. Ia mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tanpa mengeluh. Juga sangat menyayangi saya. Ia selalu bersikap baik kepada orangtua, saudara, dan teman-teman saya. Saatnya jujur dia akan jujur, saatnya butuh perhatian, dia akan memberi perhatian penuh. Wanita seperti ini, sudah jarang sekali.”

Teman saya setelah mendengarnya merasa bingung, dan berpikir apa dia memang sebaik itu ? Mengapa dulu dia sama sekali tidak menyadarinya? Pasti ini semua cuma bualan suami baru istrinya ini untuk membuatnya bingung.

Tak lama kemudian, kebetulan sekali, teman saya pergi berbelanja ke supermarket dan melihat mantan istri dan suami barunya sedang berbelanja.

Ia bersembunyi di samping dan memperhatikan keduanya. Akhirnya ia menyadari pasangan itu benar-benar bahagia. Kebahagian itu bisa ia lihat dari senyuman mantan istrinya yang selalu bermekaran. Juga bisa dilihat dari pelukan lembut yg diberikan oleh lelaki di sampingnya itu.

_________________________________________

Sebenarnya, di berbagai situasi, istri berubah menjadi malaikat atau berubah menjadi nenek sihir, semua tergantung pada lelaki.

Di saat wanita memutuskan untuk menikah, ia juga memutuskan untuk menjalani hidup dengan baik bersama suaminya. Dalam pernikahan kesabaran merupakan suatu kebajikan. Jika ada cinta maka ada toleransi.Saat anda merasa tidak puas dengan wanita Anda, wanita pun tidak peduli lagi.

Jadi, jika Anda menginginkan wanita baik seperti malaikat. Terlebih dahulu perlakukan dia sebagai malaikat. Karena semua wanita di dunia yang sudah menjadi “istri seseorang” memiliki potensi menjadi malaikat.

Saat Anda bisa melakukannya dengan baik, Anda akan menyadari bahwa perubahan sikap Anda dapat membentuk sesosok malaikat yang sempurna.

Cinta wanita muncul karena kasih sayang pria, Kebencian wanita muncul karena kebohongan pria. Keluhan wanita muncul karena kedinginan pria. Kebahagiaan wanita muncul karena kehangatan pria. Kecantikan wanita muncul karena dimanjakan pria. Kerusakan wanita adalah hutang pria.

Wanita adalah sebuah piano, jika bertemu dengan seorang pianis handal, suara yag dihasilkan adalah lagu kelas dunia. Jika dimainkan oleh orang biasa, maka akan menghasilkan lagu pop, tetapi apabila dimainkan oleh orang sembarangan, pasti tidak akan membentuk sebuah lagu.

........ thanks....

Wednesday, July 20, 2016

Siapakah Tuhan itu??

Siapa kah Tuhan itu...

Suatu kali seorang guru melontarkan sebuah pertanyaan kepada murid-muridnya: Siapa itu Tuhan?

Seorang murid bernama Steven yang ayahnya adalah hakim menjawab: Tuhan itu adalah HAKIM yang mengadili orang jahat.

Albert yang ayahnya adalah dokter menjawab: Tuhan adalah DOKTER yang bisa menyembuhkan segala penyakit.

Michael yang ayahnya seorang jutawan menjawab: Tuhan adalah YANG MEMBERIKAN SEGALANYA.

Semua anak yang ditanyai memberikan jawaban sesuai dengan pekerjaan ayah mereka sendiri.

Tiba saat giliran Bejo yang akan ditanyai, guru tahu bahwa Bejo tidak semapan teman-temannya yang hidupnya berkecukupan. Bejo pun mulai menundukkan kepala, tidak berani menatap sang guru.

Sang guru kemudian mengulang pertanyaan tersebut, “Bejo, siapakah Tuhan itu?”

Dengan suara lemah Bejo menjawab bahwa Tuhan adalah seorang PEMULUNG. Tiba-tiba kelas menjadi ricuh dan ribut karena jawaban Bejo. “Bagaimana bisa Tuhan itu seperti PEMULUNG?” teriak mereka.

Sang guru pun kembali bertanya, “Kenapa Bejo bilang kalau Tuhan itu pemulung?” Lalu Bejo menjawab dengan menengadahkan mukanya. Dia menjawab bahwa seorang pemulung mengambil barang-barang yang tidak berguna dan mengumpulkannya, membersihkannya, sehingga menjadi berguna.

“Bapak saya juga memungut saya dari jalanan dan membawa saya pulang ke rumahnya. Saya diasuh, disekolahkan, didik, sehingga menjadi berguna. Jika Bapak saya tidak mengambil saya, entah jadi apa saya sekarang ini dijalanan. Demikianlah Tuhan menjadi seperti seorang PEMULUNG yang mengambil yang tidak berguna menjadi berguna.”

Setelah mendengar penjelasan Bejo, semua kelas yang sempat riuh dan ribut itu seketika hening. Mulai terdengar isakan di semua kursi dan mereka mulai sesenggukan.

____________________________________________

Nah teman, siapakah Tuhan menurut anda ?