Sunday, June 19, 2016

Supir taxi

Suatu ketika, Harvey Mackay, seorang motivator, sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Lalu, sebuah taksi mengkilap muncul dan mendekatinya.

Sopir taksi keluar dengan pakaian rapi dan segera membukakan pintu penumpang. Kemudian Harvey diberi sebuah kartu, dan sopir itu berkata, “Nama saya Wally, silakan membaca pernyataan misi saya.”

Harvey kemudian membaca kartu tersebut: Misi Wally: mengantar pelanggan ke tempat tujuan dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat. Harvey terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi sangat bersih.

Di balik kemudi, Wally berkata, “Apakah Anda ingin kopi? Saya punya yang biasa dan tanpa kafein.”

Harvey pun menjawab, “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.”

Ternyata Wally menjawab, “Tak masalah, saya punya pendingin dengan coke biasa dan diet coke, air serta jus jeruk.”

Dengan terkagum-kagum, Harvey berkata, “Saya mau diet coke saja.”

Setelah memberikan diet coke, Wally pun kembali menawarkan, “Jika Anda ingin membaca, saya punya The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated, dan USA Today.”

“Apakah kau selalu melayani pelanggan seperti ini, Wally?” tanya Harvey.

“Dulu saya suka mengeluh seperti kebanyakan sopir taksi. Kemudian saya mendengar Wayne Dyer di radio yang mengatakan bahwa ia baru saja menulis buku berjudul You’ll See It When You Believe It. Ia mengatakan bahwa jika Anda bangun dan mengharap hal buruk terjadi, maka itu hampir pasti terjadi.

Dan ia berkata lagi, ‘Berhenti mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda. Jangan menjadi bebek. Jadilah elang. Bebek menguik dan mengeluh. Elang membumbung tinggi di angkasa.’”

______________________________________________

Pernah bertemu dengan orang yang kerjaannya suka mengeluh ? Atau jangan-jangan anda sendirilah orangnya !

Mengeluh tidak akan pernah menyelesaikan sebuah problem, bahkan kita menjadi rugi karena banyak hal yang berharga, kesempatan-kesempatan emas yang terlalui.

Ada beberapa kerugian yang harus anda tanggung bila anda termasuk orang yang suka mengeluh,

Ketika anda mengeluh, anda sedang mempersiapkan kegagalan buat anda sendiriKetika anda mengeluh, anda menutup diri terhadap kemungkinan terbukanya talenta-talenta lain yang anda miliki.Ketika anda mengeluh, anda sedang menutup pintu relasi dengan orang-orang, karena siapa juga mau berdekatan dengan orang yang terus menerus mengeluh.

Jadi bagaimana teman? Enakan bersyukur saja !

Friday, June 17, 2016

Lala ...

TEMAN -TEMAN , ini kisah mengharukan dari seorang gadis kecil yg mengajarkan tentang kasih....

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, "Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan."

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Lala tampak ketakutan, air matanya banjir di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (curd rice). Lala anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibuku dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada cooling effect (menurunkan panas dalam).

Aku mengambil mangkok dan berkata, "Lala sayang, demi Papa, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti Mamamu akan teriak2 sama Papa."

Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Lala mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, dan berkata Papa, aku akan makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan aku habiskan, tapi ada yang aku mau minta....agak ragu2 sejenak aku mau minta sesuatu sama Papa bila habis semua nasinya. Apakah Papa mau berjanji memenuhi permintaanku?

Aku menjawab Oh pasti, sayang.

Lala tanya sekali lagi, Betul nih Papa ?

Iya, pasti," sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Lala juga mendesak Mamanya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Lala yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "Janji," kata istriku.

Aku sedikit khawatir dan berkata, Lala jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal ya, karena Papa saat ini tidak punya uang.

Lala menjawab, "Jangan khawatir, Lala tidak minta barang2 mahal kok."

Kemudian Lala dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Lala untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah Lala melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap, dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya.

Ternyata Lala mau kepalanya digundulin (dibotakin) pada hari Minggu!!!

Istriku spontan berkata, "Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!"

Juga Mamaku menggerutu, "Jangan terjadi dalam keluarga kita. Dia terlalu banyak nonton TV dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita."

Aku coba membujuk, "Lala kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak."

Tapi Lala tetap dengan pilihannya, "Tidak ada Papa, tak ada keinginan lain." kata Lala.

Aku coba memohon kepada Lala, "Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami."

Lala dengan menangis berkata, "Papa sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan Papa sudah berjanji untuk memenuhi permintaanku. Kenapa Papa sekarang mau mengingkari sendiri? Bukankah Papa selalu mengajarkan, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi?"

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "Ok. Janji kita harus ditepati."

Secara serentak istri dan ibuku berkata, "Apakah aku sudah gila?"

"Tidak," jawabku, 'Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri."

"Lala, permintaanmu akan kami penuhi."

Dengan kepala botak, wajah Lala nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Lala botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, "Lala, tunggu saya."

Yang mengejutkanku ternyata, kepala anak laki-laki itu botak juga.

Aku berpikir mungkin 'botak' adalah model jaman sekarang.........

Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata,

Anak anda, Lala benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Alex adalah anak saya. Dia menderita kanker leukemia.

Wanita itu berhenti sejenak, nangis tersedu-sedu, Bulan lalu Alex tidak masuk sekolah, karena pengobatan kemo-terapi, kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman-temannya."

"Nah, minggu lalu Lala datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Lala mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Alex. Bapak dan istri bapak sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.

Aku berdiri terpaku dan aku menangis, malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang kasih.

Terima kasih jikalau Anda ingin menshare ini kepada teman-teman Anda dan memberikan inspirasi bagi mereka.

Sunday, June 12, 2016

Wanita single

Usiaku 25 Tahun dan Single, Mereka Bilang Aku 'Wanita Sisa'

Ketika wanita berusia di atas 25 tahun dan masih single disebut "leftover woman".

Sahabat, pernah nggak sih kamu ditanya "kapan nikah?" atau mungkin pertanyaan lain semacam "nunggu apa lagi sih? kenapa nggak nikah juga?" Pertanyaan semacam itu biasanya makin sering kamu dengar bila usiamu sudah lebih dari 25 tahun masih saja single. Di Cina, ada sebutan untuk wanita berusia 25 tahun yang masih single, yaitu "Sheng Nu".

Secara harfiah, "Sheng Nu" berarti "wanita sisa". Dilansir dari buzzfeed.com, saat seseorang sudah dicap sebagai "wanita sisa" maka ia akan jadi bahan gosip bahkan diolok-olok. Dalam sebuah video yang dibuat oleh SK-II, sejumlah wanita single berusia di atas 25 tahun mencurahkan isi hatinya. Menurut budaya Cina, anak perempuan diajari agar selalu bisa mengabulkan keinginan orang tuanya untuk segera menemukan jodohnya secepat mungkin.

Kalau seorang wanita tak menikah di usia "yang tepat", orang tua dan anggota keluarga lain akan mempermalukannya atau mencibirnya. Di video tersebut juga muncul pernyataan, "Orang-orang meyakini bahwa menurut masyarakat Cina, seorang wanita yang belum menikah itu belumlah sempurna."

Banyak tekanan yang dihadapi oleh para wanita yang dicap sebagai "wanita sisa". Mulai dari dianggap terlalu pemilih, kurang cantik, sampai si orang tua mengancam tak akan mati dengan tenang sebelum melihat putrinya menikah.

Tak heran jika di Shanghai sering diadakan pasar jodoh. Di mana para orang tua akan menampilkan profil putra atau putri mereka dengan harapan bisa segera menemukan jodohnya. Profilnya biasanya akan memperlihatkan usia, pekerjaan, pendapatan, hingga kekayaan yang dimiliki. Tapi hal ini memberi kesedihan tersendiri di hati para wanita, seolah yang dilakukan para orang tua di pasar jodoh itu adalah menjual putrinya sendiri.

Banyak wanita yang merasa sedih sekaligus terluka. Di satu sisi, mereka ingin memiliki hidup yang bahagia tanpa harus dipaksa cepat-cepat menikah. Mereka juga ingin menemukan seseorang yang tepat untuk dijadikan pasangan hidup bukan sekadar orang asing yang dikenal lewat pasar jodoh. Namun di sisi lain, mereka juga ingin membahagiakan hati kedua orang tuanya. Mereka juga tak pernah punya niat untuk melukai atau menyakiti hati kedua orang tuanya.

Akhirnya sejumlah wanita kembali ke pasar jodoh. Mereka membuat profil diri mereka sendiri untuk ditunjukkan pada orang tua mereka.

Sejumlah pesan yang ditampilkan para wanita itu juga sangat menyentuh. 
"Meskipun aku sendiri, aku akan bahagia, percaya diri, dan punya kehidupan yang baik." 
"Istilah 'wanita sisa' itu tak cocok, aku punya karier yang bagus dan ada istilah lain untuk itu 'wanita tangguh'."
"Aku tak mau menikah karena diharuskan menikah. Aku tak akan bahagia dengan cara itu."

Saat melihat profil putrinya, para orang tua kembali disadarkan. Wanita single dan mandiri bukanlah "wanita sisa". Mereka justru wanita yang tangguh, cantik, dan percaya diri dengan cara serta hak mereka sendiri. 

Sedih pastinya jika masyarakat mencibir atau sampai menghina kita karena status yang masih single di usia yang dianggap "sudah waktunya menikah dan punya anak". Tapi bagaimana pun tiap orang punya prioritasnya sendiri. Dan tiap wanita pasti punya perjuangannya sendiri menjalani hidupnya. What do you think about it, Ladies?

Tuesday, May 31, 2016

Sesuatu yg berharga

Seorang pemuda membawa ayahnya yang telah tua dan agak pikun ke sebuah restoran terbaik di kotanya. Ketika makan, tangan sang ayah gemetar sehingga banyak makanan tumpah dan tercecer mengotori meja, lantai, dan bajunya sendiri. Beberapa pengunjung restoran, melirik situasi tersebut.

Namun pemuda itu terlihat begitu tenang. Ia membantu dengan sabar dan menanti sang ayah selesai makan. Setelah selesai, ia membawa sang ayah ke kamar mandi, untuk dibersihkan tubuh dan pakaiannya dari kotoran. Setelah itu, ia mendudukkan ayahnya kembali di kursi, dan dengan tenang ia pun membersihkan makanan yang tercecer di sekitar meja tempat ayahnya makan, Kemudian, ia membayar tagihan makan malam pada kasir restoran itu, menghampiri ayahnya, dan menuntunnya keluar.

Pemilik restoran yang sedari tadi mencermati perilaku pelanggannya ini, bergegas keluar menyusul si pemuda yang sedang menuntun ayahnya itu. Setelah berhasil menyusul, ia berkata, “Terima kasih, Anda telah meninggalkan sesuatu yang berharga di restoranku.”

Pemuda itu balik bertanya, “Memangnya barang berharga apa yang aku tinggalkan…?”

Sambil menepuk pundak si pemuda, pemilik restoran berkata, “Engkau telah meninggalkan pembelajaran yang mahal pada kami semua, tentang luhurnya nilai berbakti kepada orang tua.”

“Bakti” bagi setiap orang terhadap orangtuanya, tentu tidak sama satu sama lain, karena situasi yang berbeda-beda. Tapi yang pasti: bakti adalah hal yang tidak bisa kita abaikan. Seburuk apa pun rupa maupun kondisi orangtua kita, mereka tetap layak dan harus dihormati.


Saturday, May 14, 2016

Kisah seorang bocah dan perampok

Kisah Mengharukan Bocah dan Perampok

Moore adalah seorang dokter terkenal dan dihormati, melalui tangannya sudah tak terhitung nyawa yang diselamatkan, dia tinggal disebuah kota tua di Prancis. 20 tahun yang lalu dia adalah seorang narapidana, kekasihnya mengkhianati dia lari kepelukan lelaki lain, karena emosinya dia melukai lelaki tersebut, maka dia dari seorang mahasiswa di universitas terkenal menjadi seorang narapidana, dia dipenjara selama 3 tahun.

Setelah dia keluar dari penjara, kekasihnya telah menikah dengan orang lain, karena statusnya sebagai bekas narapidana menyebabkannya ketika melamar pekerjaan menjadi bahan ejekan dan penghinaan. 

Dalam keadaan sakit hati, Moore memutuskan akan menjadi perampok. Dia telah mengincar di bagian selatan kota ada sebuah rumah yang akan menjadi sasarannya, para orang dewasa dirumah tersebut semuanya pergi bekerja sampai malam baru pulang kerumah, didalam rumah hanya ada seorang anak kecil buta yang tinggal sendirian.

Dia pergi kerumah tersebut mencongkel pintu utama membawa sebuah pisau belati, masuk kedalam rumah, sebuah suara lembut bertanya, “Siapa itu?” Moore sembarangan menjawab, “Saya adalah teman papamu, dia memberikan kunci rumah kepadaku.”

Anak kecil ini sangat gembira, tanpa curiga berkata, “Selamat datang, namaku Kay, tetapi papaku malam baru sampai ke rumah, paman apakah engkau mau bermain sebentar dengan saya?” Dia memandang dengan mata yang besar dan terang tetapi tidak melihat apapun, dengan wajah penuh harapan, di bawah tatapan memohon yang tulus, Moore lupa kepada tujuannya, langsung menyetujui.

Yang membuat dia sangat terheran-heran adalah anak yang berumur 8 tahun dan buta ini dapat bermain piano dengan lancar, lagu-lagu yang dimainkannya sangat indah dan gembira, walaupun bagi seorang anak normal harus melakukan upaya besar sampai ke tingkat seperti anak buta ini.

setelah selesai bermain piano anak ini melukis sebuah lukisan yang dapat dirasakan didalam dunia anak buta ini, seperti matahari, bunga, ayah-ibu, teman-teman, dunia anak buta ini rupanya tidak kosong, walaupun lukisannya kelihatannya sangat canggung, yang bulat dan persegi tidak dapat dibedakan, tetapi dia melukis dengan sangat serius dan tulus.

“Paman, apakah matahari seperti ini?” Moore tiba-tiba merasa sangat terharu, lalu dia melukis di telapak tangan anak ini beberapa bulatan, “Matahari bentuknya bulat dan terang, dan warnanya keemasan.”

“Paman, apa warna keemasan itu?” dia mendongakkan wajahnya yang mungil bertanya, Moore terdiam sejenak, lalu membawanya ketempat terik matahari, “Emas adalah sebuah warna yang sangat vitalitas, bisa membuat orang merasa hangat, sama seperti kita memakan roti yang bisa memberi kita kekuatan.”

Anak buta ini dengan gembira dengan tangannya meraba ke empat penjuru, “Paman, saya sudah merasakan, sangat hangat, dia pasti akan sama dengan warna senyuman paman.” Moore dengan penuh sabar menjelaskan kepadanya berbagai warna dan bentuk barang, dia sengaja menggambarkan dengan hidup, sehingga anak yang penuh imajinatif ini mudah mengerti. Anak buta ini mendengar ceritanya dengan sangat serius, walaupun dia buta, tetapi rasa sentuh dan pendengaran anak ini lebih tajam dan kuat daripada anak normal, tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat.

Akhirnya, Moore teringat tujuan kedatangannya, tetapi Moore tidak mungkin lagi merampok. Hanya karena kecaman dan ejekan dari masyarakat dia akan melakukan kejahatan lagi, berdiri di hadapan Kay dia merasa sangat malu, lalu dia menulis sebuah catatan untuk orang tua Kay,

“Tuan dan nyonya yang terhormat, maafkan saya mencongkel pintu rumah kalian, kalian adalah orang tua yang hebat, dapat mendidik anak yang demikian baik, walaupun matanya buta, tetapi hatinya sangat terang, dia mengajarkan kepada saya banyak hal, dan membuka pintu hati saya.”

Tiga tahun kemudian, Moore menyelesaikan kuliahnya di universitas kedokteran, dan memulai karirnya sebagai seorang dokter.

Enam tahun kemudian, dia dan rekan-rekannya mengoperasi mata Kay, sehingga Kay bisa melihat keindahan dunia ini, kemudian Kay menjadi seorang pianis terkenal, yang mengadakan konser ke seluruh dunia, setiap mengadakan konser, Moore akan berusaha menghadirinya, duduk disebuah sudut yang tidak mencolok, mendengarkan music indah menyirami jiwanya yang dimainkan oleh seorang pianis yang dulunya buta.

Refleksi:

Ketika Moore mengalami kekecewaan terhadap dunia dan kehidupannya, semangat dan kehangatan Kay kecil yang buta ini yang memberikan kehangatan dan kepercayaan diri kepadanya, Kay kecil yang tinggal didalam dunia yang gelap, sama sekali tidak pernah putus asa dan menyia-nyiakan hidupnya, dia membuat orang menyadari betapa besar vitalitas dalam hidup ini, vitalitas dan semangat ini menyentuh ke dasar hati Moore.

Cinta dan harapan akan dapat membuat seseorang kehilangan niat melakukan kejahatan, sedikit harapan mungkin bisa menyembuhkan seorang yang putus asa, atau bahkan bisa mengubah nasib kehidupan seseorang atau kehidupan banyak orang, seperti Moore yang telah membantu banyak orang, ketika mengalami putus asa maka bukalah pintu hatimu, maka cahaya harapan akan menyinari hatimu.

Sunday, May 8, 2016

Semuanya baik...

Semua nya baik

Orang sering bertanya, 'Bagaimana Anda bisa bilang all is well (segalanya baik) kalau saya sakit atau saya tidak punya uang atau pacar meninggalkan saya?'

Segalanya baik karena hidup tidak pernah pasti 100% dan jika hidup Anda selalu bahagia, maka Anda tidak pernah belajar apa pun.
Kalau suatu saat Anda mendapatkan 30% dan menjadi begitu depresi, murung, segala sesuatu bisa saja salah dari waktu ke waktu, maka pada saat itulah Anda dapat kesempatan untuk bertumbuh.

Ketika Anda sakit, Anda bisa istirahat dan membuka kesempatan kepada siapa pun untuk berbuat karma baik mis. dengan mengobati, merawat, atau menjenguk Anda.

Bahkan tak ada yang salah dengan menjadi tua. Menjadi tua adalah sesuatu yang luar biasa!
Saya berumur 60 tahun. Saya selalu berpikir saya tidak semuda dulu, tapi tidak setua apa yang akan saya alami. Jadi lebih baik saya menikmati hari ini.

Dengan cara seperti itu, Anda tidak perlu cemas terhadap apapun.
Apapun yang akan terjadi dengan hidup kita, all is well. Walaupun banyak kesedihan dan kesulitan dalam hidup kita, itulah tantangannya karena dengan adanya itu, maka kita bisa bertumbuh.
Karena adanya kesedihan dan air mata, kita bisa memiliki welas asih.

Semua kesakitan dan penderitaan akan berakhir dan sesudahnya akan timbul kebahagiaan

Tapi kadang2 kita tidak bisa bilang all is well dengan tulus karena masih saja cemas dengan hal-hal di masa lalu maupun di masa depan

Jangan mengkhawatirkan kejadian yang belum terjadi di masa depan dan jangan terpaku terhadap kenangan buruk di masa lalu, ingatlah pada kenangan yang bahagia dan menyenangkan.
Ini akan membuat Anda termotivasi menjadi orang yang lebih bahagia, menjadi orang yang lebih sehat, menjadi orang yang lebih sukses. Itulah yang disebut melepas. Ketika Anda melepas rasa sakit di masa lalu, apa yang tersisa? All is well…

So, mari kita ucapkan, "Untuk semua yang telah terjadi, terima kasih.
Untuk semua yang akan terjadi, baiklah." ....Gbu

Kisah nyata seekor sapi

Kisah nyata...seekor sapi yg mengharukan...

Ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi di Cina Bagian Barat di daerah gurun pasir yang gersang di Provinsi Cing Hai. Di provinsi ini air sangatlah sulit didapatkan. Sepanjang mata memandang hanyalah gurun pasir, kering gersang tak ada sumber air. Hidup para penduduk daerah ini sangat bergantung pada pengangkutan air jarak jauh. Pemerintah setempat menugaskan para tentara lokal untuk mengangkut air.

Pemerintah memberlakukan peraturan yang sangat ketat akan penggunaan air bagi setiap penduduknya. Masing-masing hanya mendapat jatah 3 liter air setiap harinya.

Pada suatu hari yang cerah, di suatu daerah di bagian provinsi ini, seekor sapi tua tiba-tiba melepaskan diri dari ikatan tali di lehernya. Dengan berjalan tertatih-tatih ia menuju jalan raya yang merupakan jalur truk-truk air akan lewat. Ia berhenti tepat di tengah jalan itu. Saat itu truk berisikan air akan lewat.

Sapi itu tetap berjalan mengarah ke depan truk tersebut dan memaksa truk berhenti. Dengan keheranan sopir truk tersebut turun dan berusaha mengusir sapi tersebut. Namun usahanya sia-sia saja. Sementara sapi itu terus saja memandangi truk air tersebut. Seakan-akan hendak mengatakan sesuatu. Situasi ini terus berlangsung beberapa saat dan mengakibatkan kemacetan besar.

Para pengendara motor dan mobil tidak sabar dan menggerutu. Beberapa orang yang tidak sabar berusaha mengusir dengan api, tetapi sapi itu tetap bertahan. Kemudian pemilik sapi tiba di tempat kejadian dan mencambuki berkali-kali, sedemikian kuat, sampai-sampai kulit badan si sapi sobek, tapi hewan ini tetap bertahan dan tidak beranjak sedikit pun.

Rintihan memilukan dari sapi tua nan kurus itu sangat tragis sehingga para petugas dan beberapa pengendara meneteskan air mata. Akhirnya, seorang tentara yang bertanggung jawab akan penggunaan air di daerah itu berkata, “Biarlah sekali ini saya melanggar peraturan! Saya siap untuk mendapat hukuman.” Dia mengambil wadah air dengan separuh isi (satu setengah kilo air) dan menempatkannya di depan sapi tersebut.

Akan tetapi air tersebut tidak disentuhnya. Sapi itu malah memandang ke arah matahari terbenam dan melenguh dengan keras. Beberapa saat kemudian seekor sapi kecil muncul dari belakang tumpukan pasir, berlari dengan sempoyongan, cepat-cepat menuju wadah air itu. Sapi tua yang terluka itu memandang dengan penuh kasih sayang pada sapi kecil sampai air di wadah habis. Dengan air mata berlinang, ibu sapi dan sapi kecil itu saling menjilat mata masing-masing. Tanpa suara, mereka mengekspresikan kasih mereka satu sama lain.

Kemudian, mereka meninggalkan tempat kejadian itu tanpa harus diusir. Orang-orang terdiam dan berpikir dalam hati masing-masing.

_____________________________________________

Air mata saya jatuh menetes ketika meng-upload kisah nyata ini buat anda.

Kita sebagai manusia, memang seringkali harus belajar tentang implementasi kasih. Belajar dari banyak hal, baik itu lewat peristiwa yang orang lain alami atau kita alami, bahkan harus belajar kepada si sapi, binatang di kisah ini. Tidak ada kasih yang sempurna, tapi kita harus selalu belajar menyempurnakan kasih kita, meski harus ada robekan luka di hati.

Tuhan senantiasa sempurnakan kasih kita kepada sesama dan kepadaNya !....