Monday, April 4, 2016

Prasangka buruk

Prasangka buruk...

Seorang guru yang baru diangkat, ditugaskan untuk menangani sebuah kelas di sebuah sekolah. Guru yang menangani kelas itu memiliki kesan yang sangat buruk tentang murid di kelas itu. Jadi dia mengingatkan guru baru tentang mereka dan menyarankan dia agar lebih keras, ketat, dan kasar sejak awal.

Dipengaruhi oleh nasihat tersebut, guru baru ini masuk kelas dengan wajah muram sambil melambaikan tongkat untuk membuat rasa takut muridnya. Para murid takut melihat ekspresinya. Guru baru itu bertanya kepada mereka sebuah pertanyaan untuk menguji pengetahuan mereka sebelumnya dan meminta muridnya agar mengangkat tangan kanannya sebelum menjawab pertanyaan.

Banyak muridnya yang mengangkat tangan mereka. Murid yang tidak mengetahui jawabannya hanya duduk diam, mengantisipasi reaksi keras sang guru. Sambil memandang muridnya, ia melihat seorang murid laki-laki di barisan terakhir mengangkat tangan kirinya, bukan tangan kanannya. Guru baru itu menganggap bahwa murid ini tidak disiplin, karena ia berprasangka berdasarkan laporan dari guru sebelumnya. Ia menganggap mungkin ini murid badung di kelas itu.

Dibawa oleh kemarahan, guru baru itu bergegas menuju ke bangku murid laki-laki itu dambil membawa tongkatnya, berteriak, untuk memberi peringatan juga bagi semua murid. Anak malang itu jatuh dan menangis keras. Rupanya tangan kanannya lumpuh, itu sebabnya ia mengangkat tangan kirinya, bukan tangan kanannya, untuk menunjukkan bahwa ia tahu jawaban dari pertanyaan sang guru.

Guru baru itu terkejut. Ia mencoba berbagai cara untuk menenangkan anak itu. Kemudian ia tahu bahwa anak itu menjadi korban polio dan menggunakan tangan kiri untuk menulis, karena tangan kanannya benar-benar lumpuh.

Kejadian itu mengubah sifat guru baru itu. Ia menjadi ramah kepada setiap murid, bertanya pada mereka pertanyaan pribadi dan mempelajari nama-nama muridnya, kemampuan mereka masing-masing, cacat, bakat khusus, dan latar belakang keluarga dari setiap murid di kelasnya. Dengan pendekatan personal dan penuh kasih sayang ini, guru baru itu dengan mudah memenangkan penghargaan dan kekaguman mereka. Ia menjadi guru yang sangat sukses dan dicintai serta dihormati oleh semua muridnya.

______________________________________

Kita sering berprasangka buruk dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri.  Orang lainlah yang kasar, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang salah pokoknya. Padahal kita sendiri yang tidak tahu, seperti kisah seorang guru di kisah ini. Kita sering mengomentari, mencemooh gagasan orang lain, sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya itu seperti apa.

Jangan cepat berprasangka buruk terhadap situasi yang nampaknya buruk, apalagi membalas dendam. Jadilah tenang, maka kita akan melihat bahwa tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan.

 

Sedih..pasti nangis


Sunday, April 3, 2016

Kisah kaos kaki robek sang ayah

Kisah kaos kaki robek sang ayah

Alkisah seorang kaya raya sedang sakit parah. Menjelang ajal menjemput, dikumpulkanlah anak-anak tercintanya.

Beliau berwasiat:
Anak-anakku, jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian:

"Tolong dipakaikan kaos kaki kesayangan ayah walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin memakai barang kesayangan yang penuh kenangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti."

Singkat cerita, akhirnya sang ayah wafat. Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak-anaknya minta ke pak modin untuk memakaikan kaos kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya.

Akan tetapi pak modin menolaknya:
"Maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat."

Terjadi perdebatan antara anak-anak yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yang juga ustad yang melarangnya.

Karena tidak ada titik temu, dipanggilah penasihat sekaligus notaris keluarga tersebut.

Beliau menyampaikan: "Sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka bersama-sama siapa tahu ada petunjuk."

Maka dibukalah surat wasiat almarhum untuk anak-anaknya yang di titipkan kepada notaris tersebut.

Ini bunyinya:
"Anak-anakku, pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaos kaki robek kepada mayat ayah"

"Lihatlah anak-anakku, padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah dan sawah dimana-mana, rumah mewah banyak, tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati."

"Bahkan kaos kaki robek saja tidak boleh dibawa mati."

"Begitu tidak berartinya dunia, semua kesia-siaan belaka..

"Anak-anakku, inilah yang ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara."..

Salam sayang ayah...

Kisah seorang ayah yg berbohong


Friday, April 1, 2016

Cinta seorang ibu

I LOVE MY MOM

Cinta Seorang Ibu

Di sebuah rumah sakit bersalin,
seorang ibu baru saja melahirkan bayinya.
"Bisa saya melihat bayi saya?"
pinta ibu yang baru melahirkan itu penuh rona kebahagiaan
di wajahnya.

Namun, ketika gendongan berpindah tangan dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungil itu,
si ibu terlihat menahan napasnya.

Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit,
tak tega melihat perubahan wajah
si ibu.

Bayi yang digendongnya ternyata dilahirkan tanpa kedua belah telinga!
Meski terlihat sedikit kaget,
si ibu tetap menimang bayinya dengan penuh kasih sayang.

Waktu membuktikan,
bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna.

Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.

Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis.

Ibu itu pun ikut berurai air mata.
Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.

Sambil terisak,
anak itu bercerita,
"Seorang anak laki-laki besar mengejekku.
Katanya, aku ini makhluk aneh."

Begitulah, meski tumbuh dengan kekurangan,
anak lelaki itu kini telah dewasa.

Dengan kasih sayang dan dorongan semangat orangtuanya,
meski punya kekurangan,
ia tumbuh sebagai pemuda tampan yang cerdas.

Rupanya, ia pun pandai bergaul sehingga disukai teman-teman sekolahnya.
Ia pun mengembangkan bakat
di bidang musik dan menulis.

Akhirnya, ia tumbuh menjadi remaja pria yang disegani karena kepandaiannya bermusik.

Suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga.

"Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuk putra Bapak.
Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,"
kata dokter.

Maka, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya kepada anak mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu.
Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu,
"Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu.
Kami harus segera mengirimmu
ke rumah sakit untuk dilakukan operasi.
Namun, semua ini sangatlah rahasia," kata si ayah.

Operasi berjalan dengan sukses.
Ia pun seperti terlahir kembali.
Wajahnya yang tampan,
ditambah kini ia sudah punya daun telinga,
membuat ia semakin terlihat menawan.

Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan.
Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.

Beberapa waktu kemudian,
ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.

Ia lantas menemui ayahnya,
"Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku.
Ia telah berbuat sesuatu yang besar,
namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya."

Ayahnya menjawab,
"Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu."

Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan,
"Sesuai dengan perjanjian,
belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun.
Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia.

Hingga suatu hari,
tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut.

Pada hari itu,
ayah dan anak lelaki itu berdiri
di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal.

Dengan perlahan dan lembut,
si ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku.
Sang ayah lantas menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak lelaki terjadi.

Ternyata, si ibu tidak memiliki telinga.
"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik si ayah.

"Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, ‘kan? "

Melihat kenyataan bahwa telinga ibunya yang diberikan pada si anak, meledaklah tangisnya.

Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunya yang telah membuat ia bisa seperti saat ini.

Pesan Cerita :
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh,
namun ada di dalam hati.

Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat,
namun justru pada apa yang kadang tidak dapat terlihat.

Begitu juga dengan cinta seorang ibu pada anaknya.
Di sana selalu ada inti sebuah cinta yang sejati,
di mana terdapat keikhlasan dan ketulusan yang tak mengharap balasan apa pun.

Dalam cerita di atas,
cinta dan pengorbanan seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati yang tak bisa dinilai dan tergantikan.
Cinta sang ibu telah membawa kebahagiaan bagi sang anak.
Inilah makna sesungguhnya dari sebuah cinta yang murni.

Karena itu, sebagai seorang anak,
jangan pernah melupakan jasa seorang ibu.

Sebab, apa pun yang telah kita lakukan,
pastilah tak akan sebanding dengan cinta dan ketulusannya membesarkan, mendidik dan merawat kita hingga menjadi seperti sekarang.

Mari, jadikan ibu kita sebagai suri teladan untuk terus berbagi kebaikan.
Jadikan beliau sebagai panutan yang harus selalu diberikan penghormatan.

Sebab, dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali kepada ibu,
kita akan menemukan cinta penuh ketulusan dan keikhlasan,
yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan.

<awesome> ❤️